Minggu, 25 Desember 2011

Produk yang kurang sukses dalam pemasaran (meskipun melakukan promosi)

Sepatu Loggo 
Menurut saya sepatu Loggo ini kurang sukses dalam pemasaran, Karena semakin berkurang peminat produk loggo dari tahun ke tahun, sampai sekarang ini jarang sekali orang yang menggunakan sepatu Loggo, bahkan tidak tahu harus membeli dimana. Dulu ada toko Loggo di dekat rumah saya beberapa tahun silam, namun tidak bertahan lama toko itu sudah gulung tikar. Kenapa tidak sukses dalam pemasaran? Menurut saya strategi pemasarannya kurang inovatif, iklannya kurang menarik dan produk Loggo ini desainnya kurang inovatif (monoton). Dibandingan dengan produk lain yang sekelas seperti Bata yang sering melakukan inovasi-inovasi, yang sekerang semakin berkembang.


Pakaian Cressida
Menurut saya Cressida ini kurang sukses dalam pemasaran, Karena dapat dilihat dari konsumen yang memakai produk ini sangatlah sedikit, padahal brand ini sudah melakukan promosi- promosi melalui iklan TV, Sponsor pakaian dalam sinetron, dll. Hingga melakukan diskon besar-besaran di berbagai supermarket/ swalayan. kenapa kurang sukses dalam pemasaran? Menurut saya, strategi pemasarannya kurang cocok, dengan target pasar anak muda tetapi melakukan promosi melalui sinetron, menurut saya promosi ini kurang efektif karena kebanyakan yang melihat sinotron adalah ibu-ibu.  Dan desain pakaianya kurang menarik, kurang berani dalam melakukan inovasi dan iklannya yang kurang menarik (terkesan jadul), sehingga  pakaiannya terkesan jadul . Dibandingkan merek-merek pakaian yang selalu mengikuti trend dan melakukan inovasi meskipun tanpa iklan produknya tetap laku.
 

Mengapa di toko buku Gramedia tidak hanya menjual buku saja, Namun di sana juga terdapat alat-alat elektronik dan musik hingga olahraga?

Gramedia tidak hanya menjual buku dan alat-alat tulis saja tetapi menyediakan juga alat-alat olahraga, music, seni, dll. Karena Gramedia ingin menghubungkan produk (yang memungkinkan dijual dalam gramedia) dengan jenis-jenis buku yang dijual di Gramedia. misalkan setelah membeli buku tentang olahraga jadi pembeli langsung bisa membeli alat-alat olahraga yang dibutuhkan dalam buku tersebut.

Sumber:  Supervisor Selling Gramedia Expo, Aryo Baskoro.

Strategi Penetapan Harga

Strategi Penetapan Harga di bagi menjadi dua:


  1. Metode Penetapan Harga Berbasis Permintaan
Skimming pricing,
·         Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat.
·         Strategi ini baru bisa berjalan baik jika konsumen tidak sensitif terhadap harga, tetapi lebih menekankan pertimbangan-pertimbangan kualitas, inovasi dan kemampuan produk tersebut dalam memuaskan kebutuhannya.
Contoh: kebanyakan produk elektronik, seperti handphone Samsung corby pertama keluar dengan harga Rp. 1.749 juta menjadi Rp. 825 ribu, karena muncul tipe-tipe baru dengan teknologi baru.
Penetration pricing,
·         Dalam strategi ini perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat.
·         Selain itu strategi ini juga bertujuan untuk mencapai skala ekonomis dan mengurangi biaya per unit.
·         Pada saat yang bersamaan strategi penetrasi juga dapat mengurangi minat dan kemampuan pesaing, karena harga yang rendah menyebabkan marjin yang diperoleh setiap perusahaan menjadi terbatas.
Contoh: shampo lifebuoy saset dengan harga hanya Rp.250/saset
Prestige pricing,
·         Harga dapat digunakan oleh pelanggan sebagai ukuran kualitas atau prestise suatu barang/jasa. Dengan demikian bila harga diturunkan sampai tingkat tertentu, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun.
Contoh: perhiasan- perhiasan: emas, berlian,permata, dll.

Price lining pricing,
·         Price lining digunakan apabila perusahaan menjual produk lebih dan satu jenis.
·         Harga untuk lini produk tersebut bisa bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu yang berbeda.
Contoh: perusahaan rokok: Gudang Garam, Djarum, HM Sampoerna, dll. Seperti: harga dari rokok-rokok HM Sampoerna yang berbeda-beda; Dji Sam Soe, Marlboro, Sampoerna Mild, dll.
Odd-even pricing,
·         Harga yang ‘ganjil’, misalnya Rp 1.595,00 dan Rp 9.975,00
Contoh: Harga yang ‘ganjil’, misalnya Rp 1.595,00 dan Rp 9.999,00. Seperti harga- harga pakaian, harga laptop, harga handphone, dll.  contoh: Harga laptop zyrex dengan harga Rp. 5.999 juta
Demand-backward pricing,
·         Perusahaan kadangkala memperkirakan suatu tingkat harga yang bersedia dibayar konsumen untuk produk-produk yang relatif mahal
·         Kemudian perusahaan yang bersangkutan menentukan marjin yang harus dibayar kepada wholesaler dan retailer.
·         Setelah itu barulah harga jualnya dapat ditentu kan.
Contoh: matahari memberikan kupon diskon setelah melakukan pembelian dalam jumlah yang di tentukan, misalnya pembelian diatas Rp. 150rb mendapatkan kupon potongan harga Rp. 50 ribu untuk pembelian 1 produk matahari, di hari yang sama.
Bundle pricing.
·         Bundle pricing merupakan strategi pemasaran dua atau lebih produk dalam satu harga paket.
Contoh: dalam promo-promo penjualan produk, seperti untuk pembelian laptop HP  tertentu  mendapatkan modem ZTE MF 627
  1. Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya
Standard Markup Pricing
·         Harga ditentukan dengan jalan menambahkan persentase tertentu dan biaya pada semua item dalam suatu kelas produk.
·         Misalnya, pakaian dikenai tambahan 15%, sepatu 20%, arloji 25%, hem 15%, dan lain-lain.
contoh: super market/ mini market, seperti giant, indomaret, alfamart, dll. Dengan mengambil benerapa persen dari setiap jenis produk. Misalnya, pakaian dikenai tambahan 15%, makanan/minuman 5%,  peralatan rumah tangga 10%, dan lain-lain.
Single-Zone Pricing
·          Dalam metode ini semua pembeli membayar delivered price yang sama di mana pun mereka berada.
·         Metode yang dikenal pula dengan istilah postage stamp pricing ini, banyak diterapkan jika biaya transportasi atau ongkos kirim merupakan jumlah yang tidak terlalu signifikan dalam struktur biaya total pada produsen.
Contoh: kaset, CD, yang sudah diberi lebel harga.
Multiple-Zone Pricing
  Harga ditentukan dengan jalan menambahkan persentase tertentu dan biaya pada semua item dalam suatu kelas produk.
·         Misalnya, pakaian dikenai tambahan 15%, sepatu 20%, arloji 25%, hem 15%, dan lain-lain.
Contoh: sayur-sayuran, buah-buhan, rempah-rempah, dll. Beda daerah beda harga, karna tertambah biasa kirim.
FOB with Freight Allowed Pricing  
·         Dalam metode ini semua pembeli membayar delivered price yang sama di mana pun mereka berada.
·         Metode yang dikenal pula dengan istilah postage stamp pricing ini, banyak diterapkan jika biaya transportasi atau ongkos kirim merupakan jumlah yang tidak terlalu signifikan dalam struktur biaya total pada produsen.
Contoh: pembelian sepeda motor dan mebel-mebel; kursi, lemari, kasur, dll. Karena produsen-produsen mebel memberikan pelayanan antar sampai rumah, seperti Olympic, dll.
Basing-Point Pricing
  Dalam metode ini perusahaan memilih satu atau beberapa lokasi geografis (basing point) yang akan dijadikan dasar dalam menetapkan harga produk ditambah biaya pengangkutan yang akan dibebankan kepada pembeli
Contoh: Pasar-pasar/ tempat penjualan grosir. Seperti pasar turi, tanah abang, dll. Dalam pembelian pakain grosiran pembeli harus membawa sendiri.


terimakasih semoga bermanfaat, kalau ada yang salah mohon di koreksi ya gan.. ^_^


    Sabtu, 24 Desember 2011

    Analisa Sosial Budaya terhadap Pengguna Laptop yang Mobile untuk Desain Meja Laptop Portable dan Multifungsi

    Oke, untuk mendesain Meja Laptop yang Portable dan Multifungsi (sebagai Meja, Tas, dan Cooling Pad) saya melakukan analisa sosial budaya terhadapa pengguna laptop yang mobile. Dengan melihat Permasalahan yang terjadi di sekitar kita, melakukan Eksisting Produk dan survei dengan membuat Kuesioner sebagai data yang konkrit untuk Acuan/ Dasar Desain, dan membuat Solusi dari Acuan tersebut untuk memecahkan Permasalahan.


    Permasalahan
    Laptop saat ini merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang mampu, terutama bagi mahasiswa. Dengan semakin meningkatnya angka pengguna laptop, muncul berbagai produk pendukung laptop untuk memenuhi kebutuhan pengguna laptop, seperti tas laptop, meja laptop dan cooling pad. Karena laptop adalah produk yang portable, maka dibutuhkan produk- produk pendukung yang portable juga.



    Asia merupakan pengamsusi internet tertinggi

    Angka pengguna internet saat ini juga semakin bertambah banyak, terutama di Asia. Sehingga tempat WiFi pun semakin bertambah dari bentuk tempat WiFi yang bermeja sampai yang tidak bermeja. Ini merupakan salah satu faktor bertambahnya angka pengguna laptop, dan kebanyakan mahasiswa yang memiliki laptop, karena saat ada tugas ataupun tugas kelompok yang membutuhkan pengetikan laptop sangat membantu melancarkan tugas- tugas mereka dimanapun dan kapanpun. Seperti di kampus, rumah/ kos, tempat WiFi, dll




    Dengan  keaadan seperti itu pengguna laptop membutuhkan produk- produk pendukung seperti tas laptop untuk memudahkan saat membawa laptop dan dan sebagai pelindungi laptop. Meja laptop untuk memenuhui kenyamanan (egonomi) saat menggunakan laptop jika tidak terdapat meja, karena jika tanpa meja (laptop diletakkan diatas lantai) pergelangan tangan akan terasa cepat capek dan dapat menyebabkan cidera pada bagian tersebut, dan (laptop diletakkan diatas paha/ dipangku) paha akan terasa panas yang dapat menyebabkan penyakit. Dan Cooling Pad sebagai pendingin laptop, jika pengguna laptop menggunakan laptop dalam jangka panjang (berjam-jam) agar laptop tidak cepat panas yang dapat menyebabkan terjadinya overheat pada laptop.

    Produk- produk pendukung cooling pad dan meja laptop tersebut jarang dibawa oleh pengguna laptop karena faktor ukuran yang terlalu besar, ribet membawanya dan kurang praktis. Sehingga pengguna laptop rela mengambil resiko- resiko yang akan terjadi seperti laptopnya cepat panas (tidak awet) dan tidak mendapatkan kenyamanan saat menggunakan laptop dan hanya mendapatkan kenyamanan di tempat tertentu.


    Solusi

    Dengan Acuan dari data Eksisting dan Kuesioner yang saya lakukan, dapat memudahkan dalam memecahkan Permasalahan dan mendesain produk yang sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Sebgai berikut Solusi dari data-data yang saya dapat;

    Sebagian data Eksisting:
    Cooling Pad
    Ini adalah contoh berberapa jenis cooling pad yang sudah ada, dari sini kita dapat mengidentifikasi dari masing-masing jenis.

    Meja Laptop
    Ini adalah contoh berberapa jenis Meja Laptop yang sudah ada, dari sini kita dapat mengidentifikasi dari masing-masing jenis.

    Tas Laptop
    Ini adalah contoh berberapa jenis Tas Laptop yang sudah ada, dari sini kita dapat mengidentifikasi dari masing-masing jenis.

    Dari data eksisting tersebut saya membuat kuesioner, untuk mendapatkan data yang konkrit dari user sebagai Acuan/ Dasar Desain

    ini adalah link kuesioner yang saya buat dan hasilnya:`
    KUESIONER PENGGUNA LAPTOP

    HASIL KUESIONER PENGGUNA LAPTOP 

    Dengan 60 tanggapan dari sebagian Kuesioner tersebut dapat disimpulkan:

    Dari tanggapan Meja Laptop kuesioner diatas:
    Posisi anda dalam menggunakan laptop

    dimeja
    22
    37%
    sambil duduk bersila
    18
    30%
    sambil duduk berselonjor
    7
    12%
    sambil tiduran
    8
    13%
    berdiri
    0
    0%
    Other
    5
    8%
    saat anda menggunakan laptop berjam-jam tanpa meja/ meja laptop apakah anda lebih cepat capek?
    capek                      tidak capek

    1
    capek
    32
    53%
    2
    4
    7%
    3
    12
    20%
    4
    6
    10%
    5
    tidak capek
    6
    10%
    apakah anda memerlukan meja/ meja laptop saat menggunakan laptop?
    perlu                    tidak perlu

    1
    perlu
    18
    30%
    2
    5
    8%
    3
    6
    10%
    4
    8
    13%
    5
    tidak perlu
    23
    38%
    37% (tertinggi) posisi mengunakan laptop diatas meja,
    53% mengggunakan laptop tanpa meja lebih cepat capek dan 10% tidak capek
    Tetapi ketika ditanya apa perlu meja laptop? 30% yang menjawab perlu, 38% yang menjawab tidak perlu
    Dengan alasan: ribet, repot, makan tempat dll, dari sebagian yang mengatakan "tidak perlu" alasan tersebut dapat dilihat disini:  HASIL KUESIONER PENGGUNA LAPTOP


    Dari tanggapan Cooling Pad kuesioner diatas:
    saat anda menggunakan laptop berjam-jam tanpa cooling pad, apakah laptop anda panas?
    panas                   tidak panas

    1
    panas
    37
    62%
    2
    8
    13%
    3
    11
    18%
    4
    1
    2%
    5
    tidak panas
    3
    5%
    apakah anda memerlukan meja/ meja laptop saat menggunakan laptop?
    perlu                      tidak perlu

    1
    perlu
    32
    53%
    2
    8
    13%
    3
    11
    18%
    4
    2
    3%
    5
    tidak perlu
    7
    12%
    37% (tertinggi) posisi mengunakan laptop diatas meja,
    62% mengggunakan laptop tanpa Cooling Pad lebih cepat panas dan 5% tidak panas  
    Apakah anda memerlukan cooling pad saat menggunakan laptop?  53% perlu dan 12% tidak perlu
    Dari sebagian yang mengatakan “tidak perlu” dengan alasan repot tidak nyaman dan ribet, alasan tersebut dapat dilihat di sini  HASIL KUESIONER PENGGUNA LAPTOP


    Dengan Acuan tersebut dapat dijadikan dasar untuk mendesain dan memecahan permasalahan yang ada. Dan dapat disimpulkan bahwa user tidak membawa Cooling Pad dan Meja laptop karena Faktor ukuran dan Ribet/ Repot. Dari masalah itu Saya mendesain Tas Laptop yang Multifungsi dengan Menggabungakan Tas Laptop, Meja Laptop dan Cooling Pad menjadi satu. Agar Pengguna Laptop yang Mobile dapat mendapatkan kenyamanan dimana pun mereka berada. 
    Dengan melakukan studi existing produk-produk yang sudah ada dapat digambarkan seperti ini:
    dengan metode penggabungan model/ jenis produk yang sudah ada


     Dari penggabungan 3 konsep produk tersebut
    membuahkan  produk baru


    trimakasih, semoga bermanfaat ^_^